Minggu, 12 April 2015

Pergi Haji dan Umroh Gratis dengan Shalat Dhuha


Dony Afriansyah

Shalat Dhuha merupakan ibadah multifungsi yang sejauh ini banyak tidak diketahui kaum muslimin manfaatnya yang begitu besar. Shalat ini dilaksanakan diwaktu dhuha yaitu ketika matahari naik kira-kira satu tombak sejak terbitnya atau 15 menit setelah matahri terbit hingga menjelang waktu zuhur.
Rasulullah SAW bersabda ”Aku berwasiat tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku mati kelak. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan witir sebelum tidur,”(HR Bukhori dan Muslim). Kembali kepembahasan mengenai shalat Dhuha ibadah multifungsi.
  1. Pergi Haji dan Umroh Tanpa Biaya
Tingginya minat masyarakat yang ingin pergi ke Baitullah Mekkah untuk menunaikan ibadah haji ataupun umroh membuat bisnis biro perjalanan umroh menjamur bak dimusim hujan. Sementara jalur pemberangkatan ibadah haji reguler begitu padat membuat seseorang harus masuk daftar tunggu hingga puluhan tahun mendatang baru bisa berangkat dengan biaya perjalana ibadah haji yang sebagian harus disetor oleh para calon jemaah. Dari pandangan agama ibadah haji merupkan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh kaum muslim yang dalam hal ini memiliki kemampuan secara materi dan fisik. Mereka yang mampu diwajibkan menunaikan rukun Islam tersebut. Orang yang berkesempatan menunaikan ibadah haji akan mendapatkan keutamaan yang sangat besar, memperoleh ampunan dosa, jihad yang paling besar dan termasuk amal kebaikan yang paling utama.
Lantas bagaimana dengan kita orang miskin yang tidak mampu secara materi untuk menunaikan ibadah haji ataupun umroh? Tidak perlu khawatir ataupun galau, Allah maha adil kepada semua hambanyya.  Rasulullah juga memiliki sifat kasih dan sayang sehingga memberikan solusi bagi kita yang tidak mampu untuk bisa menunaikan ibadah haji ataupun umroh
Beliau bersabda ” Barang siapa yang menunaikan sholat shubuh berjamaah kemudian setelah itu duduk mengingat allah hingga terbit matahari lalu ia shalat dua rakaat maka dia mendapatakan pahala seperti orang yang berhaji dan umroh, sempurna, sempurna, sempurna (Shahih Al-jami6346).
Luar biasa bagaikan obat bagi mereka yang merindukan pahala ibadah haji dan umroh. Keinginan mereka untuk memperoleh pahala haji dan umroh telah diwujudkan. Alangkah sempurnanya syariat islam. Coba kita bayangkan untuk menunaikan ibadah haji seseorang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit yakni Rp 35 juta  dan Rp 15 juta untuk umroh. Jika dikalkulasikan ibadah shalat dhuha kita yang dikerjakan 10 -15 menit mendapat balasan dari allah sebesar Rp 35 juta sebuah nilai yang cukup fantastis. Apakah kita tidak tergiur dalam hal ini?
  1. Mempperoleh Rumah di Surga.

Jika kita ditawari perkerjaan hanya membutuhkan waktu 10 jam dengan imbalan rumah senilai Rp 500 juta. Pasti kita tak akan menolaknya. Sesibuk apapun kita pasti akan melakukannya, demi mendapatkan imbalan yang menggiurkan itu. Nah bagaimana sikap  kita kalau ditawari perkejaan yang hanya membutuhkan waktu 10-15 menit saja dengan imbalan rumah di surga apakah kita semangat kita untuk melakukannya sama dengan tawaran pertama?
Kalau dibandingkan waktu pelaksanaan dua pekerjaan itu sangat jau berbeda. Pekerjaan pertama waktunya 10 jam, sedangkan pekerjaan kedua waktunya hanya 10-15 menit. Siapapun menilai uang 500 juta itu bukanah  sedikit. Namun jika dibandingkan dengan rumah di surga itu bukanlah apa-apa. Oleh karena itu hanya orang yang beriman saja yang akan tergiur mengambil keputusan untuk melakukan tawaran yang kedua.

  1. Sedekah Untuk Seluruh Anggota Tubuh.

Dalam tubuh kita memiliki 360 persendian dan kita dituntut untuk menyedekahinya. Sebab kita memiliki kewajiban terhadap Allah yang telah menghidupkan dan memberi kesehatan. Pertanyaannya mampukah kita memberi sedekah untuk semua persendian kita? Meskipun bisa, namun  sangat kecil kemungkinan bisa melakukannya.
Dan beruntunglah bagi orang-oran yang melaksanakan ibadah shalat Dhuha. Karena Rasulullah pernah bersabda. ”Pada sendi seseorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah dan mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Semua itu dapat tercukupi dengan menunaikan dua rakaat dhuha.(HR Muslim).
Seandainya satu persendian nilai sedekahnya Rp 1000, maka nilai sedekah yang harus kita penuhi Rp 360 ribu per hari. Bayangkan nilai itu harus kita siapkan setiap hari. Mungkin bagi mereka yang berpenghasilan diatas itu tak ada masalah. Namun bagaimana bagi mereka yang berpenghasilan dibawah itu pasti tidak mampu untuk memenuhi sedekah untuk tubuhnya sendiri.Dony Afriansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar